Saturday, April 3, 2010

#8 Shalatlah dengan Khusyu

Sebuah buku klasik berjudul "Rahasia-Rahasia Shalat" yang ditulis oleh seorang penulis kenamaan, Imam Al-Ghazali, menyebutkan pentingnya kehadiran bathin (hati) dalam shalat. Percaya atau tidak, kekhusyu'an shalat inilah yang akan membedakan kecantikan seorang muslimah dibandingkan wanita lainnya.

Keutamaan shalat sebagai tiang agama, telah banyak dibahas di berbagai tempat. Sehingga jelas, shalat tepat waktunya dan menjadikan shalat sunnah sebagai amalan yaumiyah sangat umum dilakukan oleh para ikhwan dan akhwat sejak dulu hingga kini.

Banyak muslimah yang telah menghabiskan waktu dan tenaga untuk melakukan shalat sunnah setiap harinya, selain rakaat-rakaat shalat fardhu yang dikerjakannya. Mulai dari shalat qobla shubuh, shalat dhuha, shalat rawatib, shalat tahajud, hingga witir dan dilanjutkan shalat qobla shubuh kembali. Namun, ada kalanya meskipun ia merasa lelah dengan mengerjakan shalat sebanyak itu setiap hari, shalat itu tidak memberi manfaat sedikitpun karena ia tidak pernah menghadirkan hati dalam shalatnya. Semoga kita tidak termasuk yang demikian. Amin.

Pada hakikatnya, seseorang yang sedang shalat itu tengah berbincang-bincang dengan Tuhannya. Sedangkan perbincangan yang dilakukan tanpa kehadiran hati, atau dalam keadaan lengah (tidak memperhatikan, pikiran melayang ke mana-mana), sama sekali tidak dapat disebut sebagai perbincangan. Mungkinkah shalat tanpa kehadiran hati itu bisa disebut shalat?

Mungkin seseorang yang shalat, namun belum dapat menghadirkan kekhusyu'an dalam sholatnya, akan tetap mendapat pahala dari Allah SWT sesuai dengan niatnya melakukan shalat. Namun bayangkanlah seseorang yang datang dalam suatu pertemuan. Lalu ia berbicara tanpa memperhatikan orang lain dalam pertemuan itu. Bukankah ia justru merusak pertemuan itu, mengabaikan orang lain yang terlibat, sehingga justru lebih baik orang itu tidak datang ke pertemuan tersebut? Demikianlah dengan posisi kita dalam sholat, ketika kita tidak menghadirkan hati dan hanya melakukan sholat sebatas gerakan fisik belaka.

Shalat yang khusyu seharusnya mencegah seseorang dari berbuat maksiat. Dan sebaliknya, ketika kita melakukan hal yang maksiat, kita jadi semakin sulit untuk menghadirkan hati dalam shalat. Sholat dengan khusyu' serta menjauhi hal maksiat adalah dua hal yang harus kita usahakan bersama-sama agar kita benar dalam menegakkan shalat sebagai tiang agama. Dengan demikian jiwa kita pun utuh dan cantik sebagai seorang muslimah.

Sumber: Imam Al-Ghazali.2007. Rahasia-Rahasia Shalat. Bandung: Karisma.

0 comments:

Post a Comment